Inilah Saya
Mungkin diusia saya yang menginjak 19 tahun, adalah masa-masa pencarian jati diri. Kadang ingin jadi ini dan ingin jadi itu. Belum ada ketetapan hati, sebenarnya “saya ini ingin menjadi siapa??” usia boleh 19 tahun, tapi menurut saya, saya ini belum dewasa. masih banyak hal yang perlu dikoreksi dari seorang Dwi Nurani.
Menurut persepsi saya, saya ini egois, bila 1. Berdebat dan tetep kekeh dengan pendirian dan tidak mau mengalah, walaupun kadang pendapat saya itu salah, biasanya perdebatan ini terjadi pada orang tua, kakak, pacar dan sama temen-temen kuliah. 2. Susah meminta maaf , walaupun sudah tau salah. 3. Kadang suka pelit.
Masih banyak yang perlu diungkapkan dari diri ini. Saya ini manja. Apa yang diinginkan itu harus ada. Dan juga meminta perhatian yang lebih pada ayah dan ibu. Kurang mandiri jika melakukan sesuatu harus ada yang membantu oleh orang tua maupun teman-teman kuliah. Dan saya susah sekali menghilangkan sifat manja ini.
Katanya kalau sudah ikut organisasi, pasti bisa terlatih berbicara didepan umum. Padahal saya sudah ikut salah satu organisasi di fakultas. Tapi masih saja susah untuk berbicara didepan umum. Misalnya, jika sudah di depan kelas untuk maju presentasi, dan melihat teman-teman apalagi dosennya, jadi tambah gugup, materi yang sudah dengan baik dihapalkan tiba-tiba hilang dengan sendirinya dan biasanya saya menjadi tidak fokus. Dan yang paling mengganggu dari sifat saya adalah masalah komunikasi, padahal saya ini mahasiswa komunikasi. saya tidak bisa memulai pembicaraan dengan teman-teman. Apalagi dengan orang yang baru saya kenal. Dan satu lagi, teman-teman juga sering mengeluh pada saya. Kalau berbicara kadang terlalu cepat dan terbawa dengan logat melayu yang membuat mereka tidak mengerti apa yang sedang saya bicarakan. Maklum saya terlahir di Sumatra.
Menurut orang, saya ini keras kepala, terkadang bila dinasehati suka membantah. Saya memang tidak suka terlalu diatur-atur, tidak boleh ini dan tidak boleh itu. Bila tidak sesuai dengan keinginan hati, saya akan membantah dan marah. Karena saya ingin bebas. Tapi tidak sebebas kita menorehkan kuas di kain kanvas. Bebas disini adalah bebas yang bertanggung jawab. Apa yang sudah menjadi pilihan saya, ya harus saya pertanggungjawabkan, orang lain hanya memberikan pendapatnya. Walaupun saya suka membantah bila dinasehati tapi saya ini setia kawan. Dan suka menolong kalau mereka membutuhkan bantuan saya.
Inilah saya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Saya tetaplah Dwi Nurani, yang memang sudah mempunyai karakteristiknya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar