laman

Sabtu, 22 Oktober 2011

tugas Kuliah, ngerjaennya cukup menguras tenaga dan pikiran,, :P


Matinya kreativitas sineas bangsa
Plagiat adalah pengambilan karangan, pendapat, orang lain dan menjadikan seolah-olah karangan, pendapat sendiri, misal menerbitkan karya tulis orang lain atas nama sendiri (jiplakan) [Kamus Bahasa Indonesia]. Inilah yang terjadi pada dunia hiburan di Indonesia, mulai dari reality show, acara-acara ekstrim, film, dan sinetron yang menjiplak dari drama-drama luar negeri seperti Korea dan Jepang. Sang produser tidak hanya menjiplak judulnya, tapi juga isi dari cerita drama tersebut.
Matinya kreativitas sinetron di Indonesia belakangan ini, dibuktikan dengan penciplakan isi cerita. Pertama, saya tidak akan membahas tentang penciplakan itu, tapi terlebih dahulu saya akan ingin memberi tahu, kalau kita teliti dengan seksama bahwa semua sinetron yang tayang di berbagai stasiun tv kini punya banyak adegan yang sama alias monoton dan antara sinetron 1 dengan yang lainnya. Alur cerita yang muter-muter  alias ceritanya yang berbelit dan biasanya episodenya makin panjang, bahkan sampai 7 season, Lokasi syuting yang sama, coba perhatikan sinetron di Indonesia tak pernah lepas dari rumah mewah, sekolah super elite, pinggir jalan , biasanya lokasi syuting dipinggir jalan ini digunakan untuk adegan tabrakan, dan rumah sakit. Satu lagi sinetron di Indonesia yang terkenal glamour dan tidak bermutu, coba lihat di Indosiar setiap hari hanya menanyangkan sinetron-sinetron fiktif dan laga contohnya “tutur tinular” dan masih banyak lagi. Bukannya mendidik malah mengada-ngada. Yang tidak mungkin, malah ditayangkan dan yang dapat menyebabkan pembodohan publik.
Kedua, saya akan membahas tentang penjiplakkan yang dilakukan oleh produser sinetron nakal yang sudah tidak toleran lagi pada kualitas sinetron itu sendiri. Mungkin karena tuntutan pasar dan ratting, si produser berani melakukan plagiat besar-besaran tidak hanya judul tapi juga isi ceritanya. Ini beberapa daftar sinetron yang dijiplak oleh produser Indonesia tanpa izin :
1.      100 Hari Mencari Cinta: Mr. Arogan
2.      Atas Nama Cinta : Stairway to Heaven
3.      Benci Jadi Cinta : My Girl
4.      Cincin : Beautiful Days
5.      Cinta Rasa Mocca : Beauty and the Beast
6.      Dia Bukan Anakku : Women of the Sun
7.      Janji : Terms of Endearment
8.      Liontin : Glass Slippers
9.      Ratu : Snow Queen
10.  Wulan : Yellow Handkerchief , dll.

Ini hanya sebagian kecil dari daftar sinetron yg dijiplak oleh produser-produser nakal.   Padahal dalam UU Perfilman No 33 tahun 2009 pasal 4, “bahwa perfilman mempunyai fungsi mendorong karya kreatif”. Dah jelas di pasal 4 itu mengatakan mendorong karya kreatif, berarti tidak ada yang namanya penjiplakkan dari segi apapun, baik itu judul maupun isi cerita sinetron itu sendiri. Tapi UU tetaplah UU, pasal tinggallah pasal.  Bagaimana mau kreatif dan maju kalau senias-seniasnya saja menjiplak drama-drama dari luar negeri??

Dengan banyaknya sinetron di Indonesia yang menjiplak drama-drama luar negri, seharusnya membuat pemerintah dan lembaga-lembaga yang mengatur tayangan-tayangan di televisi ikut prihatin dan lebih selektif terhadap sinetron-sinetron yang beredar. Lembaga pemerintah yang mengatur penayangan tersebut yakni KPI (Komisi Penyiaran Nasional). KPI jangan seperti “singa yang tidak mempunyai taring, yang hanya bisa mengaum, dan tidak bisa mengigit .KPI tidak hanya membuat peraturan, tapi juga harus memberi sanksi tegas kepada produser-produser nakal, seperti sinetron tidak boleh tayang alias dicekal. KPI tidak boleh dengan si pemilik modal rumah produksi sinetron yang hanya mengejar keuntungan semata tanpa memperhatikan efek samping dari sinetron yang tidak bermutu yang dibuat oleh rumah produksi tersebut. Dan KPI juga harus peka terhadap anak bangsa. Mau menjadi apa anak bangsa kalau setiap hari harus dicecoki tayangan-tayangan yang tidak bermutu.

Sumber :
1.      Sinetron Indonesia  sekedar unek-unek gw « SpidolBekas.htm
2.      daftar-sinetron-indonesia-yang.html


Nama         : Dwi Nurani
Nim           : L100100020
Kelas         : C

Tidak ada komentar:

Posting Komentar